Cara Mudah Membuat Modul Bagi Guru Semua Mata Pelajaran

Cara Mudah Membuat Modul Pembelajaran

Smartsosiologi – Stay On Sosiologi, modul menjadi salah satu instrumen penting dalam kegiatan belajar mengajar. Modul bisa menjadi pengganti buku paket atau buku induk untuk mendalami suatu materi. Lantas apa itu modul dan bagaimana panduan menulis modul yang sesuai dengan standar yang berlaku?

Modul pembelajaran adalah paket pengajaran yang sifatnya self-instructional, materi yang bisa dipahami secara mandiri tanpa dipandu oleh pengajar. Dengan adanya modul seseorang bisa belajar secara mandiri kapan saja dan di mana saja.

Modul disusun secara utuh dan sistematis. Di dalam modul terdapat seperangkat pengalaman belajar yang terencana. Selain itu, modul didesain untuk bisa membantu para peserta didik guna menguasai tujuan belajar yang lebih spesifik. Dalam postingan ini akan dibahas mengenai carak praktis membuat modul pembelajaran.

Ada modul cetak, ada pula modul online. Modul online dikemas berbasis web sehingga dapat dipelajari kapan saja tanpa bergantung pada bahan cetak. Modul bisa didalami cukup dengan gadget dan koneksi internet.

Sebelum membahas bagaimana teknik penyusunan modul, mari ketahui terlebih dulu komponen lengkap dari modul. Mulai dari manfaat modul, kerangka hingga langkah dalam menulis modul.

Baca Juga : Pansos Dalam Analisis Sosiologi

Manfaat Modul Pembelajaran

Dalam sebuah pembelajaran setidaknya ada 2 manfaat modul pembelajaran.

Menjadi Bahan Ajar Mandiri

Modul dan penggunaannya bisa membuat pembaca belajar secara mandiri. Tanpa bantuan atau keberadaan pendidik yang umumnya ada di setiap pembelajaran. Ini menjadikan siswa punya keterampilan menggali informasi atau materi dan mengembangkannya dengan mandiri. Jadi tidak bergantung pada guru.

Alat Evaluasi

Modul disertai metode dan cara melakukan evaluasi. Evaluasi bukan cuma dilakukan pengajar atau guru. Tetapi peserta didik juga bisa melakukan evaluasi pembelajaran dengan modul. Tujuan dari evaluasi adalah agar tahu tolak ukur kemampuan penguasaan materi yang dipelajari sendiri.

Komponen Modul

Modul disusun dari berbagai macam komponen. Sebagai panduan menulis modul, maka komponen modul haruslah Anda ketahui. Hal ini agar modul yang Anda tulis lebih tepat dan sesuai kebutuhan. Apa saja komponen yang ada pada modul?

Tujuan Instruksional Eksplisit & Spesifik

Modul harus disusun secara eksplisit dan juga spesifik. Tujuan tersebut dirumuskan dalam bentuk tingkah laku. Sehingga diharapkan dapat dipahami lebih mudah dan juga materi yang disampaikan bisa tersampaikan dengan baik secara keseluruhan.

Petunjuk Guru

Di dalam modul memuat penjelasan untuk guru mengenai pengajaran supaya bisa terlaksana dengan efisien. Modul juga memberikan penjelasan mengenai berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan di dalam proses belajar mengajar. Alat-alat, waktu untuk menyelesaikan modul dan sumber pengajaran serta petunjuk evaluasi, semuanya ada di dalam modul.

Lembar Kerja

Lembar kerja siswa adalah lembar kerja yang berisi pertanyaan yang terdapat di lembar kegiatan. Lembar ini harus dikerjakan oleh siswa sesudah mereka menguasai materi yang disampaikan.

Lembar Kegiatan Siswa

Dalam lembar kegiatan siswa berisi tentang materi pelajaran yang harus dikuasai siswa. Selain itu juga dicantumkan buku sumber yang harus dipelajari oleh siswa agar bisa melengkapi materi.

Kunci Lembar Kerja

Siswa bisa mengoreksi jawaban mereka sendiri dengan cara menggunakan kunci lembar kerja sesudah berhasil mengerjakan lembar kerja mereka.

Lembar Evaluasi

Di dalam lembar evaluasi terdapat post test dan juga rating scale. Hasil inilah yang nantinya dijadikan oleh guru di dalam mengukur tercapai atau tidaknya tujuan modul oleh siswa. Selain itu ada juga kunci lembar evaluasi. Tes dan rating scale yang dilengkapi kunci jawaban dalam lembar evaluasi disusun dan dijabarkan dari berbagai rumusan tujuan pada modul.

Langkah Menyusun Modul

Selanjutnya yang harus Anda ketahui dalam panduan menulis modul adalah cara menyusun modul dengan baik dan benar. Seperti apa langkah yang harus ditempuh dalam penyusunan modul ini?

Penyusunan Kerangka Modul

Dalam menyusun kerangka modul terdapat beberapa langkah yang harus Anda ikuti. Pertama anda bisa merumuskan atau menetapkan tujuan instruksional umum menjadi tujuan instruksional khusus. Selanjutnya Anda harus menyusun butir-butir soal evaluasi. Tujuannya adalah untuk mengukur pencapaian tujuan khusus.

Setelah diidentifikasi, pokok-pokok materi tersebut disusun dalam urutan yang logis. Selanjutnya dilakukan penyusunan langkah-langkah kegiatan belajar siswa. Memeriksa langkah kegiatan belajar untuk mencapai tujuan. Serta mengidentifikasi alat-alat yang dibutuhkan di dalam kegiatan belajar dengan menggunakan model tersebut.

Menulis Rincian Program

Secara rinci modul terdiri dari berbagai macam bagian berikut ini.

  • Pembuatan petunjuk guru
  • Lembaran kegiatan siswa
  • Lembaran kerja siswa
  • Lembaran jawaban
  • Lembaran tes
  • Lembaran jawaban tes
  • Daftar Pustaka

Ukuran Format

Standar margin di dalam teknik menulis modul bisa menggunakan kertas A4 atau F4. Format rinci bila Anda ingin menggunakan kuarto atau A4 adalah Margin atas 2,5 cm, Margin melihat kiri 3 cm. Sementara itu margin sisi kanan bawah 2 cm dan 2,5 cm. Bila Anda menggunakan folio, maka margin (F4) menggunakan margin atas 2 cm, kiri 2,5 cm, kanan 2 cm dan margin bawah 2 cm.

Ukuran Huruf

Panduan menulis modul terstandar ditulis dengan menggunakan huruf normal. Bila ingin memakai folio atau F4, Anda bisa menggunakan font 10 atau 11. Standar normal menggunakan spasi antar baris 1 atau 1,5 saja.

Berbeda bila Anda ingin menggunakan kuarto atau A4. Maka Anda bisa menggunakan huruf dengan ukuran 11 atau 12, sementara itu spasi antar baris nya dapat menggunakan 1,5.

Saat Anda menulis judul dan sub judulnya tidak bisa dilakukan sembarangan. Anda harus memastikan menggunakan ukuran 15 atau 16. Sementara penulisan sub bab harus menggunakan ukuran kecil yakni 13 atau 14 font. Besarnya ukuran font berfungsi sebagai pembeda dari penulisan bab ke sub bab.

Berkaitan dengan jenis huruf, Anda dapat menggunakan beberapa pilihan seperti Times New Roman, Calibri atau Arial. Prinsipnya Anda harus memilih jenis huruf yang mudah dibaca dan lazim.

Menguasai Ciri dan Format Modul

Modul sebenarnya mempunyai beberapa ciri khususnya di dalam penulisan naskah. Naskah modul ditulis dengan bahasa sederhana, sebab modul ditulis berdasarkan pada materi yang diajarkan.

Oleh sebab itu modul sarat dengan ilmu pengetahuan. Anda harus memastikan bahwa modul ditulis tepat sasaran, yakni sasaran pembelajaran yang sedang diampu.

Sementara itu berdasarkan pada panduan menulis modul, format modul dibuat sesuai sistematikanya. Secara sistematis modul dibuat menggunakan tinjauan materi, pendahuluan, materi pembelajaran, pelatihan, rangkuman dan juga teks informatif. Bagian akhir juga memiliki umpan balik atau tindak lanjut, kunci tes informatif dan daftar pustaka.

Kerangka Modul

Sebaiknya dalam pengembangan modul dipilih struktur atau kerangka yang sederhana dan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada.

  • Halaman Sampul
  • Kata Pengantar
  • Daftar Isi
  • Peta Kedudukan Modul
  • Glosarium

I. PENDAHULUAN

  • Deskripsi
  • Prasarat
  • Petunjuk Penggunaan Modul
  • Penjelasan Bagi Siswa
  • Peran Guru Antara Lain
  • Tujuan Akhir
  • Kompetensi
  • Cek Kemampuan

II. PEMBELAJARAN

  • Rencana Belajar Siswa
  • Kegiatan Belajar
    • Kegiatan Belajar 1
      a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
      b. Uraian Materi
      c. Rangkuman
      d. Tugas
      e. Tes Formatif
      f. Kunci Jawaban Formatif
      g. Lembar Kerja
    • Kegiatan Belajar 2
    • Kegiatan Belajar

III. EVALUASI

  • Kognitif Skill
  • Psikomotor Skill
  • Attitude Skill
  • Produk/Benda Kerja Sesuai Kriteria Standart
  • Batasan Waktu Yang Telah Ditetapkan
  • Kunci Jawaban
  • Daftar Pustaka

PENUTUP

Tahapan Penulisan Modul

Tahapan penulisan modul sebenarnya tidak lepas dari Garis Besar Isi Modul (GBIM). Selanjutnya langkah-langkah di dalam penulisan modul terdiri dari dua tahapan, yaitu persiapan outline dan melaksanakan penulisan.

Mempersiapkan Outline

Berbagai macam langkah untuk mempersiapkan outline dimulai dari menentukan pokok bahasan atau topik. Di dalam menentukan topik dianjurkan melihat GBIM. Lalu memilih dan memilah materi apa yang akan disajikan di dalam modul yang akan ditulis

Selanjutnya Anda juga harus mengatur urutan materi sesuai urutan. Tujuan pengaturan urutan topik atau materi secara logis adalah untuk memudahkan siswa menggunakan modul. Hal ini memberikan kesempatan peserta didik untuk praktek sebelum akhirnya melangkah pada pembelajaran selanjutnya.

Rancangan atau outline penulisan juga harus dipersiapkan mulai dari pendahuluan, kegiatan pembelajaran, hingga penutup.

Melaksanakan Penulisan

Jika outline sudah disusun, selanjutnya tahap melaksanakan penulisan. Ada beberapa petunjuk yang bisa Anda gunakan. Langkah pertama Anda bisa menulis draft modul dengan bahasa yang umum. Di dalam uraian biasakan untuk menggunakan pertanyaan retorik guna menanamkan pemahaman dan juga kecermatan.

Saat menulis modul sebaiknya gunakan bahasa yang jelas dan hindari pemakaian bahasa yang abstrak. Gunakan kalimat yang pendek, jelas dan sederhana. Usahakan pula menggunakan paragraf dengan tepat dan mengandung satu gagasan atau ide utama.

Jangan lupa berikan contoh secara tepat di dalam uraian yang Anda ungkapkan tersebut. Tampilkan diagram atau gambar bila memang diperlukan.

Modul yang sudah dituliskan akan menjadi modul draft 1. Selanjutnya Anda bisa melakukan tinjau ulang untuk memperbaiki dan menyempurnakan tulisan Anda sebagai draft 2.

Untuk setiap paragraf bisa Anda baca dan cermati kembali, apakah semua uraian yang disampaikan sudah cukup jelas atau belum. Amati tata letak, gambar atau diagram, dan contoh yang disampaikan. Evaluasi apakah latihan yang ditulis cukup memadai dan relevan dengan tujuan pembelajaran. Cermati pula apakah waktu yang dialokasikan sudah mencukupi.

Tahap Review dan Uji Coba

Anda bisa meminta review pada teman sejawat atau senior yang paham mengenai modul. Anda bisa minta masukan dan saran perbaikan draft modul yang telah dibuat sebelumnya. Bila Anda seorang reviewer, pastinya Anda bisa menggunakan panduan berikut ini.

  • Apakah tujuan yang diungkapkan sudah tergambar dengan jelas?
  • Apakah tujuan tersebut relevan dengan kebutuhan bagi peserta didik?
  • Apakah masih diperlukan tambahan tujuan?
  • Apakah materi yang disajikan sudah memadai dan cukup sesuai untuk mencapai tujuan yang ditetapkan
  • Materi yang disajikan sesuai dengan perkembangan?
  • Antara materi satu dengan materi lainnya saling berkaitan?
  • Bahasa yang digunakan sudah sesuai dengan siswa?
  • Apakah format penulisan sesuai dengan ketentuan dan adakah istilah baru yang sudah dijelaskan?

Bila sudah memperoleh review silahkan lakukan uji coba pada beberapa peserta didik dengan meminta mereka untuk mempelajari draft modul dari hasil review. Telitilah apakah mereka sudah punya kemampuan awal yang disyaratkan untuk mempelajari modul.

Amati bagaimana cara mereka mempelajari modul. Apakah ada kesulitan, merasa bosan atau lain sebagainya. Kemudian hasil uji coba tersebut dijadikan sebagai dasar untuk merevisi modul yang Anda buat.

Tahap Finalisasi

Sesudah memperoleh review dan melakukan testing, inilah saatnya Anda melakukan finalisasi. Anda sudah melewati panduan menulis modul dengan lengkap. Oleh sebab itu modul siap cetak atau diterbitkan.

Namun sebelum itu periksa kembali draft akhir modul, khususnya susunan kata, cover, gambar, penomoran dan tampilan dari masing-masing halaman. Bila sudah baik dan benar, artinya modul anda siap untuk dipublikasikan.


Terimakasih

Tinggalkan komentar