Metode Penelitian Kualitatif Materi Kelas X SMA

Pengertian Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan memahami realitas sosial, yaitu melihat dunia dari apa adanya, bukan dunia yang seharusnya, maka seorang peneliti kualitatif haruslah orang yang memiliki sifat open minded. Karenanya, melakukan penelitian kualitatif dengan baik dan benar berarti telah memiliki jendela untuk memahami dunia psikologi dan realitas sosial.

Dalam penelitian sosial, masalah penelitian, tema, topik, dan judul penelitian  berbeda  secara  kualitatif  maupun  kuantitatif. Baik substansial maupun materil kedua penelitian itu berbeda berdasarkan filosofis dan metedologis. Masalah kuantitatif umum memiliki wilayah yang  luas,  tingkat  variasi  yang  kompleks  namun  berlokasi dipermukaan. Akan tetapi masalah-masalah kualitatif berwilayah pada ruang  yang   sempit  dengan  tingkat  variasi  yang  rendah  namun memiliki kedalaman bahasa yang tak terbatas.

Adapun pengertian penelitian kuliatatif dapat dilihat dari beberapa teori berikut ini:

  1. Creswell (dalam Herdiansyah, 2010: 8), menyebutkan:  “Qualitaive research is an inquiry process of understanding based on distinct methodological traditions of inquiry that explore a social or human problem. The researcher builds a complex, holistic picture, analizes words, report detailed views of information, and conducts the study in a natural setting”.
  2. Moleong, mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah suatu penelitian ilmiah, yang bertujuan untuk  memahami suatu fenomena dalam konteks sosial secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti ( Moleong dalam Herdiansyah, 2010: 9)
  3. Saryono menyatakan bahwa penelitian kualitaif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitaif (Saryono, 2010: 1).
  4. Sugiyono (2011:15), menyimpulkan bahwa metode penelitian kulitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya eksperimen) dimana peneliti adalah  sebagai  instrument kunci, pengambilan sampel  sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitaif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
  5. Menurut Sukmadinata dasar penelitian kualitatif adalah konstruktivisme yang berasumsi bahwa kenyataan itu berdimensi jamak, interaktif dan suatu pertukaran pengalaman sosial yang diinterpretasikan oleh setiap individu. Penelitian kualitatif percaya bahwa kebenaran adalah dinamis dan dapat ditemukan hanya melalui penelaahan terhadap orang-orang melalui interaksinya dengan situasi sosial mereka (Sukmadinata  dalam Danim, 2002).
  6. Kirk dan Miller (1986), mendefinisikan metode kualitatif sebagai tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan terhadap manusia dalam kawasanya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahanya.
  7. Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor (1975) mengemukakan metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. (Bogdan dan Taylor dalam buku Moleong , 2004:3)
  8. Miles and Huberman menyatakan metode kualitatif berusaha mengungkap berbagai keunikan yang terdapat dalam individu, kelompok, masyarakat, dan/atau organisasi dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh, rinci, dalam, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. (Miles and Huberman dalam Sukidin,  2002:2)

Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Dengan tujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks social secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti.

Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian kualitatif, adalah instrumen kunci. Oleh karena itu, penelitian harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas jadi bisa bertanya, menganalisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas.

Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. Penelitian kualitatif digunakan jika masalah belum jelas, untuk mengetahui makna yang tersembunyi, untuk memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori, untuk memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembagan.

Untuk itulah, maka seorang  peneliti  kualitatif hendaknya  memiliki  kemampuan  brain, skill/ability, bravery atau keberanian, tidak hedonis dan selalu menjaga networking, dan memiliki rasa ingin tau yang besar atau openminded.

Penelitian kualitatif merupakan metode baru karena popularitasnya belum lama, metode ini juga dinamakan postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat post positifisme, serta sebagai metode artistic karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola), dan disebut metode interpretive karena data hasil peneletian lebih berkenaan dengan interprestasi terhadap data yang di temukan di lapangan.

Metode penelitian kuantitatif dapat di artikan sebagai metode penelitian yang di gunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah di tetapkan.

Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitianya di lakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting), di sebut juga metode etnographi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak di gunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya.

Baca Juga : Penelitian Sosial

Perbedaan Penelitan Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif

Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya dipahami lebih dahulu perbedaan penelitian dengan pendekatan kualitatif dan penelitian kuantitatif.

Perbedaan mendasar dari metode penelitian kuantitatif dengan metode penelitian kualitatif yaitu terletak pada strategi dasar penelitiannya. Penelitian kuantitatif dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif,  sedangkan penelitian kualitatif bersifat eksploratoris dan induktif.

Bersifat konfirmasi disebabkan karena metode penelitian kuantitatif ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori yang telah ada. Penelitian bersifat mengkonfirmasi antara teori dengan kenyataan yang ada dengan mendasarkan pada data ilmiah baik dalam bentuk angka. Penarikan  kesimpulan bersifat deduktif yaitu dari sesuatu yang bersifat umum ke sesuatu yang bersifat khusus. Hal ini berangkat dari teori-teori yang membangunnya.

Sedangkan menurut Sugiyono (2012: 9) perbedaan antara metode penelitian kuantitatif dengan metode penelitia kualitatif meliputi tiga hal, yaitu perbedaan tentang  aksioma, proses penelitian, dan karakteristik penelitian.

Perbedaan Aksioma

Aksioma adalah pandangan dasar. Aksioma penelitian kuantitatif dan kualitatif  meliputi aksioma tentang realitas, hubungan peneliti dengan yang  diteliti,  hubungan  variabel,  kemungkinan  generalisasi,  dan peranan nilai.

Baca Juga : Ruang Lingkup & Tahap Penelitian Sosial SMA Kelas X

Karakteristik Penelitian Kualitatif

Ada  lima ciri pokok karakteristik metode penelitian kualitatif yaitu:

  1. Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data.
    Penelitian kualitatif menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam suatu situasi sosial merupakan kajian utama penelitian kualitatif. Peneliti pergi ke lokasi tersebut, memahami dan mempelajari situasi. Studi dilakukan pada waktu interaksi berlangsung di tempat kejadian.
    Peneliti mengamati, mencatat,  bertanya, menggali sumber yang erat hubungannya dengan peristiwa yang terjadi saat itu. Hasil- hasil yang diperoleh pada saat itu segera disusun saat itu pula. Apa yang diamati  pada dasarnya tidak lepas  dari konteks lingkungan di mana tingkah laku berlangsung.
  2. Memiliki sifat deskriptif analitik.
    Penelitian kualitatif sifatnya deskriptif analitik. Data yang diperoleh seperti hasil pengamatan, hasil wawancara, hasil pemotretan, analisis dokumen, catatan lapangan, disusun peneliti di lokasi penelitian, tidak dituangkan dalam bentuk   dan  angka-angka.
    Peneliti segera melakukan analisis data dengan memperkaya informasi, mencari hubungan, membandingkan, menemukan pola atas dasar data aslinya (tidak ditransformasi dalam bentuk angka). Hasil analisis data berupa pemaparan mengenai situasi yang diteliti yang  disajikan dalam  bentuk  uraian  naratif.  
    Hakikat pemaparan data pada umumnya menjawab pertanyaan-pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi. Untuk itu peneliti dituntut memahami dan menguasai bidang ilmu yang ditelitinya sehingga dapat memberikan justifikasi mengenai konsep dan makna yang terkandung dalam data.
  3. Tekanan pada proses bukan hasil.
    Tekanan penelitian kualitatif ada pada proses bukan pada hasil. Data dan informasi yang diperlukan berkenaan dengan pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana untuk mengungkap proses bukan hasil suatu kegiatan.
    Apa yang dilakukan, mengapa dilakukan dan bagaimana cara melakukannya memerlukan pemaparan suatu proses mengenai fenomena tidak dapar dilakukan dengan ukuran frekuensinya saja.
    Pertanyaan di atas menuntut gambaran nyata tentang kegiatan, prosedur, alasan-alasan, dan interaksi yang terjadi dalam konteks lingkungan di mana dan pada saat mana proses itu berlangsung. Proses alamiah dibiarkan terjadi tanpa intervensi peneliti, sebab proses yang terkontrol tidak akan menggambarkan keadaan yang sebenarnya.  
    Peneliti  tidak perlu mentransformasi data menjadi angka untuk mengindari hilangnya informasi yang telah diperoleh. Makna suatu proses dimunculkan konsep-konsepnya untuk membuat prinsip bahkan teori sebagai suatu temuan atau hasil penelitian tersebut.
  4. Bersifat induktif.
    Penelitian kualitatif sifatnya  induktif.  Penelitian  kualitatif  tidak dimulai dari deduksi teori, tetapi dimulai dari lapangan yakni fakta empiris. Peneliti terjun ke lapangan, mempelajari suatu proses atau penemuan yang tenjadi secara alami, mencatat, menganalisis, menafsirkan  dan  melaporkan  serta  menarik  kesimpulan- kesimpulan dari proses tersebut. Kesimpulan atau generalisasi kepada lebih luas tidak dilakukan, sebab proses yang sama dalam konteks lingkungan tertentu, tidak mungkin sama dalam konteks lingkungan yang lain baik waktu maupun tempat.   
    Temuan penelitian dalam  bentuk konsep, prinsip, hukum, teori dibangun dan dikembangkan dari lapangan bukan dari teori yang telah ada. Prosesnya induktif yaitu dari data yang terpisah namun saling berkaitan.
  5. Mengutamakan makna.
    Penelitian kualitatif mengutamakan makna. Makna yang diungkap berkisar pada persepsi orang mengenai suatu peristiwa. Misalnya penelitian tentang peran kepala sekolah dalam pembinaan guru, peneliti memusatkan perhatian pada pendapat kepala sekolah tentang guru yang dibinanya. Peneliti mencari informasi dari kepala sekolah dan pandangannya tentang keberhasilan dan kegagalan membina guru.
    Apa yang dialami dalam membina guru, mengapa guru gagal dibina, dan bagaimana hal itu terjadi. Sebagai bahan pembanding peneliti mencari informasi dari guru agar dapat diperoleh titik-titik temu dan pandangan mengenai mutu pembinaan yang dilakukan kepala sekolah. Ketepatan informasi dari partisipan (kepala sekolah dan guru) diungkap oleh peneliti agar dapat menginterpretasikan hasil penelitian secara sahih dan tepat.

Sejalan  dengan  pendapat  di  atas, Bogdan dan Biklen  (1992, menjelaskan bahwa bahwa ada lima ciri-ciri penelitian kualitatif, yaitu:

  1. Penelitian kualitatif mempunyai setting yang alami sebagai sumber data langsung, dan peneliti sebagai instrumen kunci.
  2. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang deskriptif. Data yang dikumpulkan lebih banyak kata-kata atau gambar-gambar daripada angka
  3. Penelitian kualitatif lebih memperhatikan proses daripada produk. Hal ini disebabkan oleh cara peneliti mengumpulkan dan memaknai data, setting atau hubungan  antar  bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati dalam proses.
  4. Peneliti kualitatif mencoba menganalisis data secara induktif: Peneliti tidak mencari data untuk membuktikan hipotesis yang.mereka susun sebelum mulai penelitian, namun untuk menyusun abstraksi.
  5. Penelitian kualitatif menitikberatkan pada makna bukan sekadar perilaku yang tampak.

Berdasarkan ciri di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif tidak dimulai dari teori yang dipersiapkan sebelumnya, tapi dimulai dari lapangan berdasarkan lingkungan alami. Data dan informasi lapangan ditarik maknanya dan konsepnya, melalui pemaparan deskriptif analitik, tanpa harus menggunakan angka, sebab lebih mengutamakan proses terjadinya suatu peristiwa dalam situasi yang alami. 

Generalisasi tak perlu dilakukan sebab deskripsi dan interpretasi terjadi dalam konteks dan situasi tertentu. Realitas yang kompleks dan selalu berubah menuntut peneliti cukup lama berada di lapangan.

Tujuan Penelitian Kualitatif

Tujuan penelitian kualitatif  berdasarkan  penggunaanya dalam bidang pendidikan, yaitu :

  1. Mendeskripsikan suatu proses kegiatan pendidikan berdasarkan apa yang terjadi di lapangan sebagai bahan kajian lebih lanjut untuk menemukenali kekurangan dan kelemahan pendidikan sehingga dapat ditentukan upaya penyempurnaannya.
  2. Menganalisis dan menafsirkan suatu fakta, gejala dan peristiwa pendidikan yang terjadi di lapangan sebagaimana adanya dalam konteks ruang dan waktu serta situasi lingkungan pendidikan secara alami.
  3. Menyusun hipotesis berkenaan dengan konsep dan prinsip pendidikan berdasarkan data dan informasi yang terjadi di lapangan (induktif) untuk kepentingan pengujian lebih lanjut melalui pendekatan kuantitatif.

Masalah dala m penelitian kualitatif

Akan terjadi tiga kemungkinan terhadap masalah yang dibawa oleh peneiti dalam penelitian, yaitu:

  1. Masalah yang dibawa peneliti tetap, sehingga sejak awal sampai akhir penelitian sama.
  2. Masalah yang dibawa peneliti memasuki penelitian berkembang yaitu memperluas atau memperdalam masalah yang telah disiapkan. Dengan demikian tidak terlalu banyak perubahan, sehingga judul penelitian cukup disempurnakan.
  3. Masalah yang dibawa peneliti setelah memasuki lapangan berubah total, sehingga harus diganti masalah. dengan demikian judul proposal dengan judul penelitian tidak sama dan judulnya diganti.

Bentuk rumusan masalah.

Sugiyono (2014: 207- 212) menyatakan, berdasarkan level of explanation suatu gejala, secara umum  terdapat tiga bentuk rumusan masalah yaitu :

  1. Rumusan masalah deskriptif:
    Rumusan masalah yang memandu peneliti untuk mengeksplorasi dan atau memotret situasi sosial yang  diteliti secara menyeluruh, luas dan mendalam.
  2. Rumusan masalah komparatif:
    Rumusan masalah yang memandu peneliti untuk membandingkan antara konteks sosial atau domain satu dibandingkan yang lain.
  3. Rumusan masalah assosiatif
    Rumusan masalah yang memandu peneliti untuk mengkonstruksi hubungan antara situasi sosial atau domain satu dengan yang lain.

Beberapa contoh rumusan masalah :

  1. Apakah peristiwa yang terjadi dalam situasi sosial atau setting tertentu? ( rumusan masalah deskriptif tentang suatu peristiwa )
  2. Bagaimanakah gambaran  rakyat  miskindi situasi  sosial atau setting tertentu? ( rumusan deskriptif tentang kemiskinan)
  3. Apakah kinerja organisasi tersebut berbeda dengan organisasi lain yang sejenis? (masalah komparatif)
  4. Bagaimanakah model koordinasi, kepemimpinan, dan supervisi yang dijalankan dalam organisasi itu? (masalah assosiatif)

Teknik pengumpulan data

Pengumpulan  data  dilakukan  dalam  berbagai  setting,  berbagai sumber, dan berbagai cara, dengan uraian sebagai berikut:

  1. Dilihat dari setting
    Data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting), pada laboratorium dengan metode eksperimen,  di rumah dengan berbagai responden, pada suatu seminar, diskusi, di jalan, dan lain-lain.
  2. Dilihat dari sumber
    Pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer, sumber yang langsung memberukan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder, merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data pada pengumpul data..
  3. Dilihat dari cara
    Pengumpulan data dengan melakukan :
    1. Observasi ( pengamatan )
    2. Wawancara
    3. Dokumentasi
    4. Gabungan/triangulasi.

Dalam penelitian kualitatif,  pengumpulan data penelitian dilakukan pada natural setting (kondisi yang alamiah ), sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi dengan berperanserta ( participan observation ), wawancara mendalam ( in depth interview ), dan dokumentasi. ( Sugiyono, 2014: 222-225 )

Teknik analisis data

Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki  lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai lapangan. Nasution dalam Sugiyono menyatakan : analisis telah dimulai  sejak  merumuskan  dan  menjelaskan masalah, sebelum terjun ke lapangan, dan berlangsung terus sampai penulisan hasil penelitian.   

Analisis data menjadi pegangan bagi penelitian selanjutnya sampai jika mungkin, teori yang “grounded”. Namun dalam penelitian kualitatif, analisis data lebih difokuskan selama proses di lapangan bersamaan dengan pengumpulan data. Dalam kenyataannya, analisis data kualitatif berlangsung selama proses pengumpulan data dari pada setelah selesai pengumpulan data.

Analisis data sebelum dilapangan dilakukan dalam studi pendahuluan, atau data sekunder, yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian. Namun fokus penelitian ini masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti masuk dan selama di lapangan.

Analisis data dilapangan, model Miles and Huberman menyatakan aktivitas dalam analisis kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data , yaitu data reduction, data display, dan conclosion drawing/verification. Langkah-langkahnya sebagai dalam gambar  berikut:

Sumber : Modul Pelatihan Guru Pembelajar, Sosiologi SMA, Kelompok Kompetensi J, Metode Penelitian Sosial. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016.

Leave a Comment