Pansos Dalam Analisis Sosiologi

Smartsosiologi – stay on sosiologi, hallo sahabat sosiologi semuanya, akhir-akhir ini kalian semua sering denger ya istilah pansos? Dikit-dikit orang di medsos ngomongin “halah lu mah cuman pansos aja”. Kalau nggak ya di youtube vlogger-vlogger itu pengen naikin view dan subscribe pansos ke youtuber yang view sama subscribernya lebih banyak.

Kepikiran nggak sih pansos itu ngomongin tentang apa? Ada yang sudah tau artinya belum?

Sebenernya pansos itu merupakan sebuah istilah baru yang artinya sama saja dengan istilah-istilah sudah lebih dulu populer seperti social climber dan attention seeker.

Gini deh kita bahas berurutan ya, biar lebih jelas dan lebih bisa diterima. Mulai dari pengertian pansos dulu yang baru anget-angetnya nih.

Pansos Adalah . . .

Kata pansos sebenernya merupakan singkatan dari dua kata, yaitu kata panti dan sosial. Panti sosial, tau kan apa maksudnya, yaah panti asuhan, anak yatim piatu, panti jompo. Namun ada makna lain dari kata ini, simak berikut penjelasannya.

Pansos itu merupakan istilah gaul yang baru-baru ini populer di Indonesia, yang merupakan kependekan dari panjat sosial. Seperti namanya, pansos mempunyai arti yang merujuk kepada orang yang suka mencari perhatian, terutama dimedia sosial.

Sikap orang ini berlebihan untuk menjadi viral dimedia sosial, perilaku pamer dan memuji diri sendiri agar terkenal dan mempunyai sensasi tersendiri bagi orang tersebut. Tujuan pansos tentu saja untuk mencapai kepopuleran di media sosial, meskipun harus bersandiwara.

Nah untuk mewujudkan itu semua mereka sampai bisa melakukan hal yang tidak biasa. Bahkan sampai keluar batas, misal berhutang untuk membeli sesuatu yang branded. Untuk diperlihatkan kepada orang lain dan mendapatkan pengakuan. Kemudian hutang lagi untuk membayar hutang.

Hal ini juga erat kaitannya dengan bait (click bait). Buat yang belum tau bait itu apa? Bait yang dimaksud disini merupakan postingan-postingan baik berupa foto maupun video yang bertujuan untuk memancing. Memancing apalagi kalau bukan perhatian dari orang lain.

Baca Juga : Cara Mudah Membuat Modul Bagi Guru Semua Mata Pelajaran

Ciri Orang Pansos

  • Orang yang pansos itu suka membuat postingan bait dalam jumlah yang banyak, dengan intensitas waktu yang sering. Hal seperti ini disebut sebagai Show Off.
  • Postingan itu kebanyakan mendapat respon yang kurang baik dari para netizen, namun tetap dilanjut oleh orang tersebut.
  • Tampil modis, penampilannya selalu modis dan kekinian banget, stylenya menor sekali (berlebihan lah pokoknya)
  • Menginginkan dirinya untuk dikenal, viral, dan menjadi trending topik
  • Sering memberikan tag ke orang lain dimedsos dalam jumlah yang besar, bahkan ke orang yang nggak dikenal, (Sering tag orang yang sudah terkenal lebih duluan).
  • Walaupun begitu nggak semua orang yang membuat hastage foto banyak itu orang yang sedang pansos.
  • Sering aktif digrup, grup WA, Telegram, FB dsb, yang menjadi masalah disini bukan hanya aktifnya saja, melainkan gaya bahasa yang aneh.
  • Sering komentar diluar topik yang sedang dibicarakan.

Social Climber Adalah

Pansos sudah selesai kita bahas nih, gantian sekarang ke kakaknya yang lebih duluan tenar yaitu social climber. Social climber merupakan sebuah istilah yang diberikan untuk orang yang suka mencari pengakuan sosial dari orang lain. Pengakuan sosial yang dimaksud disini adalah mengenai kelas sosial yang ingin terlihat lebih tinggi, prestise daripada orang yang melihatnya.

Social climber merupakan kelompok orang-orang yang haus akan pengakuan. Secara sederhana social climber diidentikkan dengan orang yang berusaha menaikkan status sosialnya dengan usaha tertentu.

Kehidupan social climber memiliki budaya tersendiri yang meliputi selurun perangkat tata nilai, norma, dan perilaku. Dengan cata menunjukkan atribut yang dimilikinya mulai dari status simbol, tata bahasa verbal maupun non verbal.

Style dari para social climber juga berbeda-beda seperti dari fashionnya yang hype beast, makan harus di cafe mahal, kendaraan yang dinaiki harus yang paling canggih, dan Hp keluaran terbaru.

Ada juga yang menganggap bahwa social climber itu merupakan sebuah penyakit sosial, yang bisa saja meruntuhkan moral sebuah bangsa. Bentuk dari penyakit sosial ini salah satunya ingin tampil terlihat kaya dimanapun dan kapanpun.

Ketika hal seperti itu terjadi akibatnya semua cara akan dilakukan untuk menjaga prestisenya di mata netizen. Apalagi ditambah dengan munculnya media sosial, yang bisa dijadikan media oleh mereka untuk memperlihatkan foto atau video yang mereka miliki.

Namun belum tentu barang yang ada di dalam foto maupun video itu milik mereka sendiri. Ada yang sampai berhutang untuk membeli barang, menyewa barangnya atau bahkan ketika mereka sudah nggak punya uang lagi dan cuma ingin terlihat wah yang mereka lakukan adalah meminjam barang orang lain.

Semua orang bisa terjangkit penyakit ini, bisa dari kalangan remaja sampai orang tua. Karena pengguna media sosial sekarang ini tidak hanya dari kalangan millenial saja bahkan sampai orang tuanyapun ikut menggunakan media sosial. Mulai dari WA yang sekarang sudah ada fitur Wa Story, Instagram, Facebook, Twitter dll.

Bisa dibilang hampir seperti pansos, yang membedakan hanya istilahnya saja. Maksud dari panjat sosial dan social climber yang merujuk kepada usaha seseorang agar terlihat wah, mendapat pengakuan, dan perhatian dari orang lain. Biasanya dilakukan dengan segala cara untuk memenuhi kebutuhan orang tersebut.

Ciri-Ciri Social Climber

  • Mengupload foto/video dimedia sosial tujuannya untuk mendapatkan apresiasi dari netizen berupa like. Ditambah dengan caption yang cetarr tentang dirinya
  • Memanfaatkan segala cara supaya terlihat naik kelas sosial, ,misalnya seperti memanfaatkan orang lain, relasi, teman yang punya jabatan, dll.
  • Memiliki kepribadian atau identitas ganda untuk menutupi segala informasi yang berkaitan dengan dirinya yang bisa menunjukkan bahwa sebenarnya dia tidak layak untuk disebut orang kaya. Misal rumah aslinya biasa saja, orang tuanya bekerja di ladang namun gaya hidupnya seperti orang kaya.

Pansos Kalau di Pelajaran Sosiologi

Dalam sosiologi istilah pansos itu memang tidak ada ya, tapi ada yang lebih spesifik bisa digunakan bahasanya yaitu social climbing. Nah dari pembahasan ini mungkin akan muncul pertanyaan baru.

Kalau social climber sama sosial climbing sama apa beda? Beda, social climber itu merujuk pada orang yang melakukan perubahan status sosial, sedangkan social climbing suatu bentuk mobilitas sosial vertikal naik atau perubahan status sosial naik. Misalnya dari guru menjadi Kepala Sekolah, Mentri menjadi Presiden, dll.

Sebenarnya yang akan kita bahas saat ini adalah istilah pansos ketika dianalisis menggunakan ilmu sosiologi. Memang benar pansos memiliki makna yang sama dengan social climbing.

Dalam pembahasan sosiologi panjat sosial, social climber, social climbing masuk dalam materi sosiolog SMA kelas XI yaitu mobilitas sosial. Ada kesamaan antara pansos dengan materi mobilitas sosial, namun juga tetap memiliki perbedaan yang cukup signifikan antara pansos dengan mobilitas sosial. Simak penjelasannya berikut ini.

Mobilitas sosial dan pansos

Mobilitas sosial Menurut Soerjono Soekanto, adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Mobilitas sosial secara sederhana berarti perpindahan sosial seseorang, dalam perpindahan sosial tersebut status sosial bisa berubah atau bisa sama saja. Karena ada dua bentuk mobilitas sosial yaitu mobilitas sosial vertikal dan mobilitas sosial horizontal.

Kali ini admin tidak menjelaskan secara spesifik dari masing-masing bentuk mobilitas sosial, karena fokusnya yaitu pembahasan istilah pansos tadi. Pansos atau panjat sosial ini memiliki arti yang sama dengan materi sosiologi mobilitas sosial vertikal naik atau yang sering disebut dengan social climbing.

Mobilitas vertikal naik (social climbing) merupakan sebuah perpindahan sosial yang terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang. Peningkatan status atau kedudukan sosial biasanya melalui sebuah saluran mobilitas sosial seperti pendidikan, organisasi politik, organisasi ekonomi, angkatan bersenjata, pernikahan, dll, Contoh mobilitas vertikal naik itu misalnya seorang Camat yang naik Jabatannya menjadi Bupati, dll.

Mobilitas sosial ini biasanya diterangkan dalam hal yang positif. Seperti perpindahan status sosial seseorang yang didapat melalui usaha keras yang sesuai dengan nilai dan norma melalui saluran mobilitas sosial. Sedangkan pansos merupakan konotasi dari mobilitas sosial vertikal naik. usaha seseorang untuk merubah status sosialnya yang dilakukan dengan cara apapun kadang bertentangan dengan nilai norma yang ada demi mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Ada dua bentuk yang lebih spesifik dari mobilitas sosial vertikal naik ini yaitu.

  • Masuk ke dalam kedudukan yang lebih tinggi
    Masuknya orang-orang dari kedudukan yang lebih rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi, dimana kedudukan yang lebih tinggi itu sudah ada sebelumnya. Seperti contoh diatas dari seorang Camat yang kemudian menjadi seorang Bupati.
  • Membuat kelompok baru
    Pembentukan sebuah kelompok baru memungkinkan individu untuk meningkatkan status sosialnya, misalnya dengan mengangkat diri menjadi ketua sebuah organisasi.
    Contoh kamu adalah seorang perintis sebuah komunitas stand up comedy di Kotamu, lambat laun komunitasmu tersebut semakin bertambah anggotanya. Sehingga dengan sendirinya karena kamu yang memelopori komunitas tersebut maka kamu yang menjadi dari ketua komunitas stand up comedy.

Demikian penjelasan pansos dalam pelajaran sosiologi, kalau ada kekurangan ya wajar, wong admin juga manusia. Mohon koreksi kritik dan saran yang membangun. Terimakasih semuanya, salam sosiologi.

Tinggalkan komentar