Pengertian Model Pembelajaran Jigsaw

Dari sisi etimologi jigsaw berasal dari bahasa inggris yaitu gergaji ukir dan ada juga yang menyebutnya dengan istilah puzzle, yaitu sebuah teka-teki yang menyusun potongan gambar.

Pembelajaran kooperatif model jigsaw ini juga mengambil pola cara bekerja sebuah gergaji (jigsaw), yaitu peserta didik melakukan suatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan peserta didik lain untuk mencapai tujuan bersama.

Pembelajaran model jigsaw merupakan model belajar kooperatif dengan cara peserta didik belajar dalam kelompok kecil, yang terdiri atas empat sampai dengan enam orang secara heterogen.

Baca Juga : Pengertian Pembelajaran Metode Mind Mapping

Kelebihan Model Pembelajaran Jigsaw

Kemudian, peserta didik bekerja sama dan bertanggung jawab secara mandiri. Dalam proses pembelajaran model jigsaw memiliki kelebihan, yaitu sebagai berikut.

  1. Tepat digunakan untuk semua kelas atau tingkatan.
  2. Dapat digunakan dalam beberapa mata pelajaran.
  3. Meningkatkan keterampilan peserta didik dalam berkomunikasi.
  4. Mendorong peserta didik untuk aktif, kritis, dinamis, dan bertanggung jawab dalam proses pembelajarannya.
  5. Peserta didik dapat mengembangkan gagasan yang dimilikinya untuk menjelaskan materi kepada peserta didik lain dalam sebuah kelompok belajar.

Baca Juga : Pengertian Pembelajaran Model Snowball Throwing

Kekurangan Pembelajaran Model Jigsaw

Selain memiliki kelebihan, pembelajaran model jigsaw juga memiliki kekurangan, yaitu sebagai berikut.

  1. Memerlukan waktu yang relatif lama.
  2. Tidak efektif untuk jumlah peserta didik yang banyak.
  3. Memerlukan perhatian yang lebih ketat dari guru.
  4. Memerlukan persiapan yang matang.

Langkah-langkah model pembelajaran jigsaw

Dalam model pembelajaran jigsaw terdapat beberapa langkah, yaitu sebagai berikut.

Baca Juga : Pengertian Pembelajaran Model Kooperatif TIPE TGT

  1. Guru membagi sebuah topik menjadi beberapa subtopik.
  2. Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok yang terdiri atas 4-6 orang.
  3. Setiap peserta didik dalam suatu kelompok bertanggung jawab untuk memahami satu subtopik yang diberikan oleh guru.
  4. Setiap peserta didik berpindah ke kelompok lain (jigsaw), dimana anggotanya berasal dari kelompok lain yang telah menguasai subtopik yag berbeda.
  5. Peserta didik menjadi ahli dalam subtopik yang menjadi bagiannya.
  6. Peserta didik kembali ke kelompok asalnya dan menyampaikan pengetahuan yang baru mereka pelajari dalam kelompok jigsaw kepada temannya.

Selamat mempraktekkan pembelajaran model jigsaw. Semoga bermanfaat, salam admin smartsosiologi – stay on sosiologi.

Tinggalkan komentar