Ruang Lingkup & Tahap Penelitian Sosial SMA Kelas X

Ruang Lingkup Penelitian Sosial Budaya

Menentukan ruang lingkup penelitian sosial budaya, tidak semudah menentukan ruang lingkup penelitian ilmu-ilmu alam. Hal ini disebabkan karena perilaku manusia adalah bagian dari alam, tetapi belum tentu regularitas (keberaturan) dalam ilmu-ilmu alam, sama dengan regularitas pada  ilmu-ilmu  sosial. Namun di sisi lain perlu diketahui, regularitas perilaku manusia compatable (memiliki kemiripan) dengan regularitas yang terjadi pada objek-objek kehidupan lain (misal manusia cenderung hidup berkelompok, hewan juga demikian).

Ruang  lingkup  kehidupan  masyarakat  yang  menjadi  medan  penelitian sosial budaya adalah terwujud dalam gambar di bawah ini

ruang-lingkup-penelitian-sosial

Lingkup Wilayah Penelitian Keilmuan Sosial Budaya

Masing-masing lingkaran berkotak di atas menggambarkan komponen- komponen di dalam kehidupan sosial budaya yang dapat memfokuskan diri pada hubungan intra di masing-masing komponen tersebut, misalnya hubungan antara komponen yang sama yaitu:

a.  Individu dengan individu;
b.  Kelompok dengan kelompok;
c.   Pranata dengan pranata;
d.  Masyarakat dengan masyarakat;
e.  Kebudayaan dengan kebudayaan.

Baca Juga : Penelitian Sosial

Penelitian sosial budaya juga dapat mengkonsentrasikan perhatiannya pada hubungan antar dua komponen yang  berbeda, misalnya hubungan komponen:

a.   Individu dengan kelompok;
b.   Individu dengan pranata sosial;
c.   Individu dengan masyarakat;
d.   Individu dengan kebudayaan;
e.   Kelompok dengan pranata sosial;
f.    Kelompok dengan masyarakat;
g.   Kelompok dengan kebudayaan;
h.   Pranata sosial dengan masyarakat;
i.    Pranata sosial dengan kebudayaan;
j.    Masyarakat dengan kebudayaan.

Penelitian sosial budaya tidak saja berfokus pada hubungan antar dua komponen, tetapi dapat lebih dari itu, misalnya  hubungan antar komponen:

a.  Individu, kelompok dan pranata sosial;
b.  Individu, kelompok, pranata sosial dan masyarakat;
c.  Individu, kelompok, pranata sosial, masyarakat dan  kebudayaan;
d.  Kelompok, pranata sosial dan masyarakat;
e.  Kelompok, pranata sosial, masyarakat dan kebudayaan;
f.   Pranata sosial, masyarakat dan kebudayaan;
g.  Kelompok, masyarakat dan kebudayaan;
h.  Individu, pranata sosial dan masyarakat;
i.   Individu, pranata sosial dan kebudayaan;
j.   Individu, pranata sosial, masyarakat dan kebudayaan.

Pada dasarnya penelitian sosial meletakkan diri pada lingkup hubungan antar berbagai komponen dalam anatomi kehidupan sosial. Kesemuanya berarah pada penemuan regularitas sosial sesuai konsep yang dihipotesiskan atau tidak dihipotesiskan dengan maksud mengujinya.

Tahap-tahap Penelitian Sosial Budaya

Untuk menyamakan persepsi, tahapan penelitian ini dalam literatur diistilahkan berbeda-beda. Suharsini mengistilahkan prosedur penelitian, Nazir mengistilahkan desain penelitian, Burhan Bungin mengistilahkan langkah-langkah pokok penelitian. Sedangkan Suparmoko mengistilahkan tahapan penelitian.

a. Tahapan penelitian menurut Suparmoko

Pada  umumnya  suatu  penelitian  dapat  diperinci  dalam  tujuh tahap yang  satu  sama  lain  saling  bergantung  dan 
berhubungan.  Adapun tujuh tahap itu adalah:

  1. Perencanaan
    Meliputi penentuan tujuan yang ingin dicapai oleh suatu penelitian dan merencanakan strategi umum untuk memperoleh  dan  menganalisis  data  bagi  penelitian itu. Hal ini harus dimulai dengan memberikan perhatian khusus terhadap konsep dan hipotesis yang akan mengarahkan peneliti yang bersangkutan, dan penelaahan  kembali   terhadap   literatur.
    Termasuk penelitian-penelitian yang pernah diadakan sebelumnya, yang berhubungan dengan judul dan masalah penelitian yang bersangkutan. Tahap ini merupakan tahap penyusunan “terms of reference” (TOR).
  2. Pengkajian secara teliti terhadap rencana penelitian.
    Tahap ini merupakan pengembangan dari tahap perencanaan. Di sini disajikan lagi latar belakang penelitian, permasalahan, tujuan penelitian, hipotesis, serta metode atau prosedur analisis dari pengumpulan data. Penentuan macam data yang diperlukan untuk mencapai tujuan pokok penelitian. Tahap ini merupakan tahap penyusunan usulan program penelitian.
  3. Pengambilan contoh (sampling).
    Proses pemilihan sejumlah unsur/ bagian tertentu dan suatu populasi guna mewakili seluruh populasi itu Dalam tahap ini peneliti harus secara teliti membuat definisi atau rumusan mengenai populasi yang akan dikaji. Rencana pengambilan contoh itu terdiri dari prosedur pemilihan unsur-unsur populasi dan prosedur menjadikan atau mengubah data dari hasil sampel untuk memperkirakan sifat-sifat seluruh populasi.
  4. Penyusunan daftar pertanyaan.
    Ini adalah proses penterjemahan tujuan-tujuan  studi  ke  dalam  bentuk  pertanyaan untuk mendapatkan jawaban yang berupa informasi yang  dibutuhkan. Sebenarnya ini merupakan proses coba-coba (trial and error) yang membutuhkan waktu yang cukup lama.
  5. Kerja lapang.
    Meliputi pemilihan dan latihan para pewawancara, bimbingan dalam wawancara serta pelaksanaan wawancara. Ini dapat meliputi pula berbagai tugas yang berhubungan dengan pemilihan lokasi sampel dan juga pretesting daftar pertanyaan.
  6. Editing dan coding.
    Coding adalah proses memindahkan (memberi kode simbol tertentu dari data) atau jawaban yang tertera dalam daftar  pertanyaan  ke  dalam  berbagai  kelompok  jawaban  yang dapat disusun dalam angka dan ditabulasi (kegiatan tabulating).
    Editing biasanya dikerjakan sebelum coding agar pelaksanaan coding dapat sesederhana mungkin. Editing adalah meneliti, mengecek kembali lagi daftar pertanyaan yang telah diisi apakah yang  ditulis  di situ  benar  atau  sudah  sesuai  dengan  yang dimaksud.
  7. Analisis dan laporan.
    Meliputi berbagai tugas yang saling berhubungan dan terpenting pula dalam suatu proses penelitian. Suatu hasil penelitian yang tidak dilaporkan atau dilaporkan tetapi dengan cara yang kurang baik tidak akan ada gunanya.
    Tugas yang dikerjakan pada tahap ini ialah penyajian tabel-tabel dalam bentuk frekuensi distribusi, tabulasi silang atau dapat pula berupa daftar yang memerlukan metode statistik yang kompleks, dan kemudian  interpretasi  dan penemuan-penemuan  itu  atas  dasar teori yang kita ketahui (Suparmoko, 1999 : 7-9).

Baca Juga : METODE PENELITIAN KUALITATIF SMA KELAS X

b. Desain penelitian menurut  Moh. Nazir

Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian, dengan
proses sebagai berikut:

  1. Identifikasi dan pemilihan masalah penelitian
  2. Pemilihan kerangka konseptual  untuk  masalah  penelitian serta hubungan-hubungan dengan penelitian sebelumnya.
  3. Memformulasikan masalah penelitian termasuk membuat spesifikasi dari tujuan luas jangkau (scope),  dan  hipotesis untuk diuji.
  4. Membangun penyelidikan atau percobaan
  5. Memilih atau memberi definisi terhadap pengukuran variabel
  6. Memilih prosedur dan teknik sampling yang digunakan
  7. Menyusun alat serta teknik untuk mengumpulkan data
  8. Membuat coding, serta menggunakan editing dan processing data.
  9. Menganalisis data serta pemilihan prosedur statistik untuk mengadakan generalisasi serta inferensi statistik
  10. Pelaporan hasil penelitian, termasuk proses penelitian,diskusi serta interpretasi data, generalisasi, kekurangan-kekurangan dalam penemuan, serta menganjurkan beberapa saran dan kerja penelitian yang akan datang. (Moh. Nazir, 2014: 70).

c. Langkah-langkah penelitian menurut Nana Syaudih Sukmadinata

Proses penelitian adalah sesuatu kegiatan interaktif antara peneliti dengan logika, masalah, desain, dan interpretasi.

  1. Mengidentifikasi masalah
    Kegiatan penelitian dimulai dari mengidenfikasi isu-isu dan masalah – masalah yang penting (esensial), hangat (aktual), dan mendesak (krusial), yang dihadapi saat ini, dan yang paling banyak arti atau  kegunaannya  bila  isu atau masalah tersebut diteliti.
  2. Merumuskan dan membatasi masalah
    Perumusan masalah merupakan perumusan dan pemetaan faktor-faktor, atau variabel-variabel yang terkait dengan fokus masalah. faktor atau variabel tersebut ada yang melatar belakangi ataupun diakibatkan oleh fokus masalah. Karena faktor atau variabel yang terkait dengan fokus masalah cukup banyak, maka perlu ada pembatasan faktor atau variabel, yaitu dibatasi pada faktor atau variabel – variabel yang dominan.
  3. Melakukan studi kepustakaan
    Studi kepustakaan merupakan kegiatan untuk mengkaji teori yang mendasari  penelitian, baik teori yang berhubungan dengan bidang ilmu yang diteliti maupun metodologi. Dalam studi kepustakaan juga dikaji hal-hal yang bersifat empiris, bersumber dari penelitian terdahulu.
  4. Merumuskan hipotesis atau pertanyaan penelitian
    Hal pokok yang ingin diperoleh dalam penelitian dirumuskan dalam bentuk hipotesis atau pertanyaan penelitian. Rumusan hipotesis  dibuat  apabila penelitiannya  menggunakan pendekatan kuantitaif dengan pengolahan data statistik inferansial. Untuk penelitian kuantitatif yang menggunakan pengolahan data   statistik diskriptif tidak diperlukan hipotesis, cukup dengan pertanyaan pokok, demikian juga dengan penelitian kualitatif.
  5. Menentukan desain dan metode penelitian
    Desain penelitian berisi rumusan tentang langkah-langkah penelitian, dengan menggunakan pendekatan, metode penelitian, teknik pengumpulan data, dan sumber data tertentu serta alasan mengapa menggunakan metode tersebut.
  6. Menyusun instrumen dan mengumpulkan data
    Pengumpulan data diawali oleh penentuan teknik, penyusunan dan pengujian instrumen pengumpulan data yang akan digunakan. Dalam pelaksanaan pengumpulan data, selain objektivitas dan keakuratan data yang diperoleh, segi-segi legal dan etis dalam proses pelaksanaannya perlu mendapatkan perhatian.
  7. Menganalisis data dan menyajikan hasil
    Analisis data menghasilkan teknik langkah-langkah yang ditempuh dalam mengolah atau menganalisis data. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif, berupa   tabel, grafik, profil, bagan, atau menggunakan statistik inferansial berupa korelasi, regresi, perbedaan, analisis jalus, dll. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik analisis kialitatif deskriptif naratif-logis.
  8. Menginterpretasikan temuan,membuat kesimpulan dan rekomendasi
    Hasil analisis data masih berbentuk temuan yang belum diberi makna. Pemberian makna atau arti dari teman yang dilakukan melalui interpretasi. Interpretasi dibuat dengan melihat makna hubungan antara temuan yang satu dengan yang lain dengan teori yang mendukungnya atau dengan kemungkinan penerapannya.

Kesimpulan merupakan penarikan generalisasi dari hasil interpretasi temuan penelitian. Meskipun demikian penelitian kualitatif tidak bersifat generalisasi, tetapi unsur generalisasi itu tetap ada, yaitu menemukan hal-hal esensial atau prinsipial dari suatu deskripsi.

Terhadap kesimpulan yang telah dirumuskan, disusunlah implikasi dan rekomendasi atau saran. Implikasi merupakan akibat logis dari  temuan-temuan  penelitian  yang  terkandung  dalam kesimpulan. Rekomendasi  merupakan  hal  sebaiknya dilakukan oleh fihak terkait dalam memanfaatkan hasil penelitian.

d. Prosedur penelitian menurut Suharsini Arikunto

  1. Memilih masalah
  2. Studi pendahuluan
  3. Merumuskan masalah
  4. Merumuskan anggapan dasar, 4a. merumuskan hipotesis
  5. Memilih pendekatan
  6. Menentukan variabel dan sumber data
  7. Menentukan dan menyusun instrumen
  8. Mengumpulkan data
  9. Analisis data
  10. Menarik kesimpulan
  11. Menulis laporan.

Langkah kesatu sampai dengan keenam mengisi kegiatan pembuatan rancangan penelitian, langkah ketujuh sampai dengan kesepuluh merupakan  pelaksanaan  penelitian, dan langkah kesebelas pembuatan laporan penelitian. Berdasarkan berbagai pendapat di atas, maka dapat disimpilkan ada variasi langkah-langkah atau tahapan-tahapan penelitian dengan persamaan dan perbedaannya.

Materi penelitian ini belum selesai akan dilanjutkan ke postingan selanjutnya linknya akan ditaruh disini setelah postingan dibuat. Semangat belajar, jangan lupa untuk selalu membaca. Salam smartsosiologi.

Sumber : Modul Pelatihan Guru Pembelajar, Sosiologi SMA, Kelompok Kompetensi J, Metode Penelitian Sosial. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016.

Leave a Comment